Bisakah Varises Disembuhkan?

on 0 komentar Read Full Article

California, Pegal-pegal, panas dan nyeri adalah keluhan umum yang dirasakan penderita varises. Selain mengganggu penampilan, punya varises juga sering membuat aktivitas terhambat karena berdiri lama saja rasanya kaki sudah nyeri dan panas.

Varises adalah urat pada dinding yang lemah sehingga menyebabkan tonjolan di atas permukaan kulit. Tonjolan ini bisa muncul karena kebocoran katup dalam pembuluh saphenous di kaki yang mencegah aliran darah menuju jantung. Varises menyebabkan sakit, gatal dan terkadang terjadi komplikasi lain seperti eksim atau bisul.

Orang yang berisiko tinggi terkena varises adalah ibu hamil, juru masak, perawat, pelayan, penata rambut dan pekerjaan lain yang mengharuskan duduk atau berdiri lama.

Diperkirakan sekitar 20 persen sampai 30 persen masyarakat memiliki varises dan sekitar 25 juta wanita Amerika menderita varises.

Bisakah varises disembuhkan?

Deborah Heine adalah salah satu dari penderita varises. Ibu tiga anak ini selalu mengeluhkan rasa sakit di kakinya setiap bangun pagi.

Tapi keadaan itu berubah ketika ia menjalani prosedur singkat di Cedars-Sinai Medical Center dengan menggunakan metode baru next-generation radiofrequency catheter untuk mengobati varisesnya.

"Bantuan dalam semalam," kata Heine ketika mendeskripsikan pengalamannya. Ketika bangun di pagi hari, Heine merasakan kakinya 10 pound lebih ringan. Dan ia bisa melakukan semua rutinitasnya tanpa mengalami rasa sakit.

Phillip Levin, MD, dokter di Cedars-Sinai adalah salah satu ahli bedah vaskular pertama di California Selatan yang menggunakan metode baru next-generation radiofrequency catheter yang disebut VNUS ClosureFASTTM ablation catheter untuk pengobatan varises.

"Waktu operasi dengan menggunakan new catheter setengah lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan catheter generasi sebelumnya," kata Dr Levin, yang dianggap sebagai seorang ahli prosedur VNUS, setelah mengobati sekitar 300 pasien sejak tahun 2003 dengan ClosureFASTTM catheter, seperti dilansir Medicalnewstoday, Kamis (4/3/2010).

Dengan menggunakan catheter lama waktu operasi memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Prosedur yang sama sekarang hanya memerlukan waktu 15 sampai 20 menit, dengan 98 persen tingkat keberhasilan yang sama.

Catheter baru ini memungkinkan ahli bedah untuk mengobati pembuluh darah tanpa harus menarik atau mengubah posisi diantara segmen-segmen tersebut yang biasanya membuat prosedur kerja kurang intensif. Pasien biasanya keluar dari rumah sakit pada hari yang sama.

Selama prosedur, Dr Levin memasukkan catheter kecil ke dalam pembuluh saphenous menggunakan jarum suntik dengan pemantauan USG. Catheter mengirimkan panas radiofrequency ke dinding pembuluh yang menyebabkannya menyusut dan menutup. Setelah pembuluh menyusut, darah diteruskan ke pembuluh-pembuluh sehat lainnya. Biasanya tidak memerlukan jahitan.

Setelah prosedur selesai, Dr Levin membungkus kaki pasien dengan perban tebal ace-type selama 2-3 hari. Segera setelah pasien sembuh dari infus obat penenang, perban dibuka dan izinkan pulang. Beberapa orang akan kembali bekerja pada hari yang sama. Satu-satunya batasan yang diberikan adalah menghindari berlari atau melompat selama sekitar 10 hari.

Pengobatan varises yang dulu lebih ribet yang membutuhkan anestesi umum, rawat inap dan pemulihan yang lama. Belum lagi disertai pembangkakan dan memar yang signifikan dan menimbulkan rasa sakit. Pengobatan dengan menggunakan VNUS ClosureFASTTM catheter ini meminimalkan rasa sakit dan memar.(ir/ir) 

Sumber :

Tes Genetik untuk Tentukan Pola Diet Ideal

on 0 komentar Read Full Article

California, Berat badan tidak turun-turun meskipun sudah mengonsumsi makanan rendah lemak? Mungkin Anda membutuhkan tes genetik untuk menentukan pola diet seperti apa yang ideal dan berhasil.

Sebuah studi kecil dengan melibatkan sekitar 140 perempuan yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan diet sesuai genetiknya lebih berhasil menurunkan berat badan dibanding perempuan yang dietnya tidak sesuai. Hasil studi ini telah dilaporkan oleh peneliti dalam pertemuan American Heart Association.

"Menggunakan informasi genetik akan lebih potensial dalam hal penurunan berat badan serta membantu memecahkan permasalahan obesitas yang semakin tinggi dalam masyarakat," ujar Christopher Gardner dari Stanford University di California, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/3/2010).

Dalam penelitian ini akan dicari 3 gen yang mengalami mutasi yaitu FABP2, PPARG dan ADRB2. Tiga mutasi gen ini menunjukkan seseorang yang merespons baik makanan rendah lemak, diet rendah karbohidrat atau diet untuk keduanya yaitu lemak dan karbohidrat.

Peneliti memilih secara acak salah satu pola diet terhadap 140 perempuan, lalu tim peneliti melakukan tes DNA dengan menggunakan kapas pipi untuk melihat apakah perempuan tersebut sudah mendapatkan pola diet yang sesuai atau tidak.

Setelah lebih dari setahun, perempuan yang melakukan diet sesuai dengan genetiknya berhasil menurunkan berat badan sebesar 5,3 persen. Sedangkan perempuan yang pola dietnya tidak sesuai hanya berhasil menurunkan berat badannya sebesar 2,3 persen. Tes yang dilakukan ini untuk mencari gen apa yang dapat mempengaruhi metabolismenya.

"Salah satu variasi gen dapat mempengaruhi penyerapan lemak di usus. Orang dengan mutasi gen tertentu dapat menyerap lebih banyak lemak dari makanannya, sehingga harus mengurangi asupan lemak jika ingin menurunkan berat badannya," ujar Ken Kornman, kepala petugas ilmiah Interleukin.

Kornman menambahkan ada variasi gen lainnya yang menentukan respons terhadap insulin, tubuh memproduksi insulin untuk mengolah gula yang nantinya akan mempengaruhi penyerapan karbohidrat. Pada gen tertentu, karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung akan menyimpan lebih banyak energi dalam bentuk lemak.

"Sekitar 16 persen dari perempuan tersebut memiliki dua mutasi yang membuatnya harus menjaga asupan lemak dan karbohidrat," ungkap Kornman.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan untuk mengetahui apakah diet yang sesuai dengan genetik ini juga bisa mempengaruhi rasa kenyang seseorang atau tidak.

(ver/ir) 

Sumber :

Kurang atau Kelebihan Tidur Meningkatkan Lemak Perut

on 0 komentar Read Full Article

North Carolina, Memiliki waktu tidur yang ekstrem sangat mempengaruhi penumpukan lemak di perut terutama pada orang usia muda. Kurang atau kelebihan tidur paling gampang bikin perut penuh lemak.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Sleep seperti dikutip Rabu (3/3/2010) menunjukkan bahwa pemuda Afrika-Amerika dan Hispanik yang memiliki durasi tidur pendek atau panjang memiliki peningkatan lemak perut yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidur malam normal selama 6-7 jam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang berusia di bawah 40 tahun, baik yang durasi tidurnya pendek atau panjang sangat terkait dengan peningkatan indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) yang signifikan. Karena berhubungan dengan jaringan adipose bawah kulit atau Subcutaneous Adipose Tissue (SAT) dan jaringan visceral adipose atau Visceral Adipose Tissue (VAT) sehingga menimbun banyak lemak.

Dibandingkan dengan orang yang tidur malam selama 6-7 jam, orang yang tidur malam selama 5 jam atau kurang mengalami peningkatan BMI rata-rata 1,8 lebih tinggi dan akumulasi SAT lebih besar 42 cm dan VAT 13 cm. Sedangkan yang tidur malam selama 8 jam atau lebih mengalami peningkatan BMI 0,8 lebih tinggi, juga akumulasi SAT 20 cm dan VAT 6 cm yang lebih besar.

Tetapi ternyata tak ada hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan perubahan lemak perut pada partisipan di atas usia 40 tahun.

Peneliti melakukan kajian terhadap 1.107 orang di IRAS (Insulin Resistance Atherosclerosis Study) Family Study. Data yang dikumpulkan dari 332 orang Afrika-Amerika dan 775 orang Hispanik dengan usia rata-rata usia 41,7 tahun dengan rentang usia 18-81 tahun.

Dalam kelompok partisipan Afrika-Amerika dan Hispanik, mereka yang kurang tidur lebih besar mengalami peningkatan lemak selama lima tahun.

G. Kristen Hairston, MD, asisten profesor kedokteran internal di Wake Forest University School of Medicine di Winston-Salem, NC, mengatakan bahwa waktu tidur cukup penting bagi orang-orang dari semua ras dan etnis.

Namun, laporan dari etnis minoritas ada perilaku ekstrem dalam durasi tidur. Menjadikan mereka berisiko terhadap gangguan metabolisme seperti obesitas dan diabetes.

"Waktu tidur yang tepat penting untuk menjaga berat badan yang sehat," kata Hairston.

Kategori BMI adalah:

1. Nilai indeks massa tubuh kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus.
2. Nilai 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal.
3. Nilai antara 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk).
4. Jika mencapai nilai 30 atau lebih maka orang tersebut masuk ke dalam kelompok obesitas.

Cara menghitung BMI dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.

Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal.

(ir/ir) 

Sumber :

Penyebab Banyak Gas di Perut

on 0 komentar Read Full Article

Jakarta, Hampir sebagian besar masyarakat pernah merasakan perut kembung, baik yang disebabkan oleh menelan udara atau akibat produksi gas berlebih di saluran pencernaan. Lalu apa yang menyebabkan gas diperut berlebih?

Beberapa orang ada yang berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara mengeluarkannya lewat dubur (buang angin) atau dengan bersendawa. Hal ini dapat membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah dan mencegah peregangan lambung serta usus. Rata-rata orang melepaskan gas 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar.

Untuk memahami penyebab perut kembung harus diketahui terlebih dahulu mengenai proses pencernaan. Perut dan usus bekerja untuk menggerakan makanan melalui proses gerakan peristaltik. Pemerasan ini terjadi secara terorganisasi untuk menjaga agar sisa makanan dan limbah lainnya bergerak hingga menuju anus.

Setiap udara yang ada dalam usus akan terdorong bersama hingga akhirnya tubuh merasa perlu dikeluarkan. Kondisi perut yang kembung terkadang membuat seseorang malu atau merasa tidak pantas, meskipun sebagian orang bisa mengontrol saat mengeluarkan gas.

Saraf di rektum akan mengirimkan sinyal ke otak ketika merasakan tekanan dari usus besar atau ada gas yang perlu untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika otak menerima pesan tersebut pada waktu yang tepat, maka seseorang bisa secara sadar mengeluarkan gas berlebih yang membuat perut menjadi kembung.

Beberapa makanan juga bisa menyebabkan timbulnya gas berlebih seperti sayuran (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong), makanan yang mengandung serat tinggi, minuman berkarbonasi, makanan yang mengandung sorbitol serta fruktosa.

Seperti dikutip dari MSN, Rabu (3/3/2010) makanan ini menyebabkan gas berlebih karena tidak dipecah hingga makanan tersebut mencapai usus besar dan dicerna oleh bakteri. Proses ini menimbulkan lebih banyak gas dibandingkan proses pencernaan yang terjadi di usus kecil.

Saat makanan dicerna oleh bakteri di usus besar akan menimbulkan bau busuk karena makanan fermentasi ini belum diserap oleh usus kecil. Akibatnya bisa timbul gas seperti metana dan hidrogen sulfida, hal inilah yang membuat gas dari dalam tubuh berbau tak sedap.

Jika seseorang sering mengalami perut kembung ada beberapa tips yang bisa dilakukan yaitu mencari tahu makanan apa yang menyebabkan gas dalam tubuh berlebih, mengurangi kecepatan makan dan minum sehingga gas yang ikut tertelan tidak terlalu banyak. Apabila cara-cara tersebut tidak berhasil maka sebaiknya memeriksakan ke dokter karena ada kemungkinan perut kembung akibat penyakit tertentu.

(ver/ir) 

Sumber :

Kopi Tidak Berbahaya untuk Jantung

on 0 komentar Read Full Article

Jakarta, Banyak orang takut minum kopi karena dianggap bisa mengganggu jantung. Tapi kopi ternyata bisa bersahabat dengan jantung atau 'hearth friendly'. Kopi hanya berpengaruh sedikit pada penderita darah tinggi itu pun masih bisa ditoleransi.

Penemuan yang dilakukan peneliti jantung ini bisa membuat peminum kopi jatuh cinta. Hasil studi ini telah dipresentasikan pekan ini di konferensi American Heart Association (AHA) di San Fransisco.

Peminum kopi hanya memiliki risiko lebih rendah untuk penyakit ritme jantung abnormal. Tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa minum secangkir kopi sehari akan meningkatkan risiko aterosklerosis atau penebalan dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Selain itu, kandungan lain di dalam kopi selain kafein dapat mengurangi risiko diabetes bagi perempuan yang teratur minum.

Namun tidak semua laporan di konferensi tahunan AHA pada Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention and Nutrition, Physical Activity and Metabolism itu benar-benar mengembirakan bagi pecinta kopi.

Salah satu laporan menemukan potensi hubungan antara minum kopi dan tekanan darah tinggi. Tetapi jangan khawatir efeknya digambarkan sangat sederhana alias minim.

Studi tentang ritme jantung itu dengan meneliti 130.054 anggota dari Kaiser Permanente Medical Care Program yang telah dirawat dirumah sakit karena gangguan ritme jantung. Sekitar 2 persen dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena gangguan itu dan yang paling umum adalah masalah atrial fibrillation.

Dr Arthur Klatsky, konsultan jantung senior yang memimpin penelitian ini, mengatakan mereka yang dilaporkan minum kopi 4 cangkir per hari lebih rendah 18 persen risiko terkena jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

"Ini mungkin sebuah kejutan, karena sebagian orang takut untuk minum kopi. Dan saya tidak berpikir kita akan siap untuk memberitahukan orang-orang bahwa mereka harus minum kopi untuk mencegah masalah ritme jantung," kata Klatsky, seperti dilansir USNews, Jumat (5/3/2010).

Studi ini tidak memberikan alasan mengapa kopi dapat mengurangi masalah ritme jantung. Menurut Klatsky, bisa jadi karena si peminum kopi melakukan diet atau banyak berolahraga. Tapi juga tidak bisa dikatakan dengan pasti bahwa kopi tidak berhubungan dengan masalah ritme jantung minor (ringan) yang memang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Intinya, pencinta kopi tak perlu berhenti minum kopi hanya karena mereka memiliki masalah dengan ritme jantung.

Studi lain yang diikuti lebih dari 3 000 pria dan wanita usia 20 tahun juga tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan atherosclerosis untuk laki-laki dan perempuan baik itu kulit hitam atau putih, perokok atau bukan perokok. Partisipan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang mengonsumsi kopi tidak lebih dari 4 cangkir sehari.

"Berdasarkan data ini, tampaknya tidak ada hubungan substansial antara minum kopi dengan peningkatan atau penurunan aterosklerosis," kata Jared Reis, seorang ahli epidemiologi dari US National Heart, Lung and Blood Institute.

Studi ketiga, berdasarkan laporan dari Women's Health Study, menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup) lebih sedikit dialami peminum kopi.

Peneliti membandingkan 359 wanita postmenopause yang baru didiagnosa diabetes tipe 2 dan 359 wanita tanpa penyakit. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang minum 4 cangkir kopi berkafein sehari, lebih rendah 56 persen risiko terkena diabetes daripada mereka yang tidak minum kopi.

"Yang tampaknya mengurangi risiko dari efek kafein karena pengikatan protein hormon," kata Dr. Liwei Chen, asisten profesor University of California, Los Angeles. Tapi menurut Chen temuan-temuan awal ini masih memerlukan studi yang lebih lanjut.

Laporan lain yang memastikan konsumsi 1-3 cangkir kopi sehari hanya berpengaruh sedikit peningkatan risiko tekanan darah tinggi datang dari Dr Liwei Chen, asisten profesor epidemiologi di Louisiana State University School of Public Health. Dia menggunakan data dari enam penelitian yang mengikutsertakan lebih dari 172.000 partisipan.

"Berdasarkan hasil kami, untuk jangka panjang minum kopi mungkin merupakan faktor risiko hipertensi, tetapi efeknya tidak terlalu besar," kata Chen.

Namun Chen juga menyarankan, penting bagi orang-orang mengurangi konsumsi kopi jika khawatir tentang tekanan darah mereka.(ir/ir) 

Sumber :

Nyeri Punggung Bawah yang Hebat

on 0 komentar Read Full Article

Jakarta, Bapak H (28 tahun) datang ke dokter dengan keluhan nyeri punggung bawah (nyeri boyok) yang hebat. Jalannya tertatih-tatih menahan sakit. Ia mengatakan kepada dokternya, 'Dok saya kemarin mengangkat barang berat, dan beberapa waktu kemudian pinggang saya sangat sakit. Saya takut, jangan-jangan saya bisa lumpuh', kata bapak H.

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama. Pada penderita dewasa tua, nyeri punggung bawah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pada 40% penderita dan gangguan tidur pada 20% penderita.

Penyebab nyeri punggung bawah

Nyeri Punggung Bawah adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal (inflamasi), maupun nyeri radikuler (menjalar) atau keduanya.

Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat dirujuk ke daerah lain atau sebaliknya nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah. Nyeri Punggung Bawah pada hakekatnya merupakan keluhan atau gejala dan bukan merupakan penyakit spesifik.

Penyebab NPB antara lain kelainan muskuloskeletal, sistem saraf, vaskuler, visceral dan psikogenik. (Hogan, 2000, Czerniecki, 2001).

Berbagai bangunan peka nyeri misalnya tulang dan otot terdapat di daerah punggung bawah. Semua bangunan-bangunan tersebut mengandung reseptor nyeri yang peka terhadap berbagai stimulus mekanikal, termal, kimiawi. Reseptor-reseptor tersebut sebenarnya berfungsi sebagai proteksi (Skew, 2000). Penyebab umum dari nyeri punggung bawah adalah regangan otot punggung yang berlebih.

Mewaspadai nyeri punggung yang berbahaya

Sebagian besar penyebab nyeri punggung bawah adalah bukan masalah kesehatan yang serius. Hanya kurang lebih 5% dari kasus nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius seperti tumor, infeksi saraf tulang belakang.

Gejala dan tanda bahwa suatu nyeri punggung disebabakan suatu penyakit yang serisu disebut 'red flags'. Red flags adalah gejala atau tanda fisik yang memberi petunjuk akan adanya kelainan serius seperti fraktur, kanker, infeksi dan sindrom kauda. 'Yellow flag' adalah faktor psikologis yang memberi petunjuk bahwa nyeri pinggangnya cenderung berkembang menjadi kronik.

Pelacakan akan kausa non mekanik sangat ditentukan oleh ada tidaknya 'red flags' yang menggambarkan adanya kecurigaan akan penyebab NPB yang serius. Nyeri pada saat istirahat, kelemahan tungkai, gangguan buang air kecil dan buang air besar, rasa baal di tungkai, riwayat trauma yang signifikan dan riwayat kanker atau infeksi spesifik merupakan berbagai 'tanda bahaya' pada NPB (Cohen, 2001).

Bila Anda mengalami nyeri punggung dengan salah satu atau lebih 'tanda bahaya' tersebut, maka segeralah berobat ke dokter.

Keterlibatan sistem saraf dicurigai apabila dalam anamnesa ditemukan gejala nyeri yang sifatnya menjalar sampai di bawah lutut. Nyeri memburuk dengan berjalan, gangguan buang air kecil atau buang air besar dan kelemahan pada tungkai. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaani yang teliti untuk konfirmasi (Gow, 2003).

Pemeriksaan penunjang akan sangat ditentukan oleh hasil wawancara dan pemeriksaan fisik. Pada kasus-kasus tanpa adanya 'red flags', pemeriksaan pencitraan atau imaging dapat ditunda terlebih dahulu. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan pemeriksaan terpilih pada kasus-kasus dengan kecurigaan penyakit serius di sistem saraft tulang belakang (Gow, 2003).

Bagaimana mencegah dan mengobati nyeri punggung?

Penderita nyeri punggung bawah dengan nyeri sedang sampai berat, subakut maupun kronik pada umumnya berkonsultasi dengan dokter. Penderita sebaiknya diterapi secara optimal untuk menghilangkan nyeri dan memfasilitasi aktivitas fisik dan peningkatan kualitas hidup. Pemilihan terapi obat tergantung pada berat ringannya nyeri dan mekanisme yang mendasari nyeri.

Pencegahan nyeri punggung:
1. Tindakan pencegahan adalah tindakan terpenting dalam usaha menanggulangi penyakit.
2. Motonya ialah 'Mencegah lebih baik dari mengobati'.
3. Lakukan kegiatan sehari-hari dengan baik dan benar, karena nyeri pinggang sering akibat postur yang salah serta akibat beban ditulang belakang.
4. Hidup rileks dengan olahraga secara teratur, mendengarkan musik santai, menjalankan agamanya, membaca, berekreasi dan menekuni hobinya.

Pencegahan untuk yang sedang nyeri punggung:
1. Jangan mengangkat, mendorong atau menarik sesuatu. Jangan membungkuk atau berjongkok.
2. Usahakan supaya tidak bersin, batuk ataupun mengejan.
3. Hindari naik turun tangga ataupun pekerjaan fisik yang mengeluarkan tenaga.
4. Jangan menggunakan sepatu bertumit tinggi.
5. Dianjurkan agar menggunakan korset pinggang jika rasa sakit bertambah pada sikap duduk, berdiri dan berjalan untuk mempercepat kesembuhan

Pencegahan kambuhnya nyeri punggung:
1. Berusaha duduk dengan sikap yang benar.
2. Berusaha berdiri dengan sikap yang baik.
3. Berusaha melakukan latihan secara teratur.
4. Tidur yang cukup.
5. Hidup dalam batas ketegangan yang normal.
6. Berusaha mengurangi berat badan jika kegemukan.
7. Jangan mengambil resiko jika aktifitas itu mengganggu punggung Anda.

Sumber :

Pria yang Selamat dari Kanker Perlu Tambahan Testosteron

on 0 komentar Read Full Article

London, Laki-laki yang mampu bertahan hidup dari penyakit kanker memerlukan tambahan suntikan testosteron. Suntikan ini dilakukan untuk melawan efek samping dari pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi.

Peneliti dari Inggris menemukan laki-laki yang sembuh dari kanker dan pernah menerima pengobatan kemoterapi atau radioterapi dapat mengalami kekurangan hormon testosteron.

Dalam jurnal Cancer ditemukan sekitar 15 persen laki-laki mengalami defisiensi testosteron yang dapat mengganggu kualitas hidupnya dan membuatnya cepat merasa lelah.

Ketua penelitian Prof Richard Ross dari Sheffield University meneliti hubungan antara kadar testosteron dalam tubuh dengan kualitas hidup, fungsi seksual dan faktor kelelahan pada 176 laki-laki yang selamat dari penyakit kanker dan 213 laki-laki sehat dengan usia yang sama.

Profesor Ross mengungkapkan dari hasil penelitian didapat laki-laki muda yang selamat dari penyakit kanker mengalami penurunan kualitas hidup serta mengurangi tingkat energi dalam tubuhnya dan fungsi seksualnya. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh menurunnya kadar hormon testosteronnya.

"Ini merupakan studi penting yang menunjukkan bahwa kadar testosteron rendah pada laki-laki yang sembuh dari penyakit kanker (survivor) akan mengalami gangguan kualitas hidup," ujar Profesor Ross, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (23/2/2010).

Prof Ross menambahkan saat ini dibutuhkan intervensi untuk menentukan kadar testosteron yang dibutuhkan oleh survivor kanker laki-laki agar didapatkan keuntungan dan bisa meningkatkan kualiats hidupnya kembali.

Testosteron adalah hormon steroid dari golongan androgen, testosteron merupakan hormon seks laki-laki yang utama.
Fungsi dari testosteron ini adalah meningkatkan libido, energi, fungsi sistem kekebalan tubuh serta melindungi laki-laki dari bahaya osteoporosis.

Jika kadar testosteron dalam tubuh berkurang, maka secara otomatis fungsi dari beberapa bagian tubuh menjadi tidak maksimal.

(ver/ir)

Sumber :